Menghilangkan Kebiasaan Menunda

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar orang mempunyai kebiasaan senang menunda dalam mengerjakan sesuatu. Menunda ibarat virus yang menjangkiti hampir semua ragam manusia, baik dari sudut pandang usia, jenis kelamin, profesi dan lainnya. Sering kali kita menunda untuk melakukan sesuatu, seperti mengerjakan tugas sampai larut malam sebelum tugas tersebut besok dikumpulkan.

Pada umumnya, kebiasaan menunda ini timbul karena menghindari melakukan hal yang dipandang tidak menarik, tidak menyenangkan atau tidak penting. Sehingga untuk menghilangkan kebiasaan ini perlu adanya perubahan sikap dan kesadaran akan pentingnya hal yang biasa ditunda.

Adakalanya penundaan terjadi karena takut mengalami kegagalan sehingga menghindari untuk memulai mengerjakan sesuatu. Ada juga orang yang menunda-nunda karena ingin memperoleh hasil yang sempurna dengan standar yang terlalu tinggi untuk dicapai. Untuk hal ini, kita perlu realistis dengan harapan kita. Yang lebih penting adalah memulai mengerjakan sesuatu untuk memenuhi harapan yang dapat dicapai.

Ada beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan menunda :

1. Amati Kelakuan Menunda

Mungkin kebiasaan menunda ini telah berlangsung cukup lama sehingga tidak mudah dihilangkan. Coba amati bagaimana kebiasaan ini muncul. Pada saat apa saja kita melakukan penundaan dan apa akibatnya. Kita akan menemukan pola dan alasan-alasan penundaan tertentu. Dengan mengenali pola ini dan melihat akibat langsung penundaan, kita akan lebih mudah menghilangkan kebiasaan ini.

2. Pikiran-Pikiran yang Harus Disingkirkan

Buang jauh-jauh beberapa pikiran yang akan menyebabkan kita menunda :

– Saya harus mengerjakan tugas dengan sempurna

– Lebih baik tidak dikerjakan daripada dikerjakan tapi tidak selesai

– Jika tidak dikerjakan dengan benar lebih baik tidak dikerjakan

– Jika kali ini saya dapat mengerjakan tugas, saya pasti dapat mengerjakannya lain waktu

– Besok kan masih bisa

3. Jangan Terus Bekerja dalam Tekanan

Pada sebagian orang, bekerja dengan tekanan waktu yang ketat akan menghasilkan hasil terbaik. Kita dapat menerapkan strategi ini secara selektif. Bila kita memilihnya sediakan suatu blok waktu yang aman sebelum kita memasukkan tugas.

Tapi, jika kita merasa nyaman melakukan sesuatu dengan waktu yang amat terbatas, sebenarnya kita akan melakukan hal tersebut lebih baik dengan waktu yang cukup. Secara logika tentu kita sempat melakukan berbagai perbaikan bila memiliki waktu.

4. Jangan Terbawa Perasaan

Rasa malas, takut mengalami kegagalan dan berbagai perasaan lainnya sebaiknya ditinggalkan dan mulai dengan tindakan. Sebagai contoh jika kita menunggu mood untuk berolahraga, mungkin kita harus menunggu berbulan-bulan sebelum itu terjadi. Bila kita segera mulai berjalan cepat selama 5 menit, kita akan segera punya keinginan untuk lari selama 20 menit. Jadi, lakukanlah tindakan itu karena itu akan menimbulkan motivasi.

5. Mulai Saat Ini

Berlatihlah untuk mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan, saat ini juga. Mulailah berlatih untuk menghilangkan kebiasaan menunda.

disarikan dari buku “Strategi Sukses di Kampus” karangan Dr. Ichsan S Putra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s