You Are Not The Center of The Universe

Saudaraku, pada kesempatan ini marilah sejenak kita memperhatikan ukuran benda-benda di sekitar kita. Jika manusia ditanya benda apa yang menurutmu paling besar ? Maka tentu akan muncul banyak sekali jawaban yang beragam. Ada yang mengatakan gunung, gajah, ikan paus dan lainnya. Namun, bukan itu yang saya maksudkan pada kesempatan ini. Kita akan membicarakan perbandingan ukuran benda-benda langit.

Saudarakau, sesungguhnya Bulan yang sering kita lihat pada malam hari itu tidaklah mempunyai ukuran yang lebih besar dari Bumi tempat kita tinggal ini. Bahkan ia juga tidak lebih besar daripada Merkurius dan Mars yang notabene mempunyai ukuran lebih kecil dari Bumi. Bumi kita ini mempunyai rata-rata ukuran yang hampir sama dengan Venus dan lebih kecil bila dibandingkan dengan ukuran Neptunus, Saturnus dan Jupiter. Kita semua tahu bahwa benda paling besar dalam sistem tata surya kita adalah Matahari. Matahari mempunyai ukuran sebelas ( 11 ) kali ukuran planet terbesar dalam tata surya kita, Jupiter.

Namun, tahukah Engkau Saudaraku, Matahari yang besar tadi ternyata tidaklah lebih besar dari bintang Sirius A. Sirius A adalah bintang paling terang yang dapat dilihat oleh penduduk Bumi saat malam hari. Sirius A sendiri ternyata lebih kecil dari ukuran Pollux, bintang cerah lainnya yang sering dijuluki orange giant. Pollux mempunyai ukuran lebih kecil dari bintang tercerah ketiga, Arcturus. Sedangkan Arcturus sendiri tidaklah lebih besar dari bintang merah lain, Aldebaran ( red giant ). Belum selesai sampai disini. Aldebaran mempunyai ukuran lebih kecil dari Rigel, sedangkan Rigel sendiri masih dibawah ukuran Pistol Star yang dijuluki Blue Hypergiant. Meskipun sudah sampai pada predikat hypergiant, ternyata masih ada bintang yang lebih besar lagi, yakni Antares. Pada kelompok Red Supergiant, Antares sendiri tidak lebih besar daripada Mu Chepei. Dan bintang paling besar dibanding benda-benda langit tadi yang telah berhasil ditemukan oleh ilmuwan adalah VY Canis Majoris, sering disebut Red Hypergiant.

Bintang VY Canis Majoris mempunyai ukuran diameter 2.800.000.000 km. Jika kita menggunakan pesawat terbang untuk mengitari bintang ini sekali putar saja dengan kecepatan terbang 900 km/jam maka diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1100 tahun lamanya. Dan tahukah Engkau Saudaraku, itu semua tadi hanyalah satu titik kecil dari gugusan bintang yang menyusun galaksi kita. Sementara ada banyak sekali galaksi lain di luar sistem galaksi Bima Sakti. Sebut saja Andromeda Galaxy, Bode’s Galaxy, Cartwheel Galaxy, Cigar Galaxy, Comet Galaxy, Hoag’s Object, Large Magellanic Cloud, Small Magellanic Cloud, Mayall’s Object, Pinwheel Galaxy, Sunflower Galaxy, Tadpole Galaxy, Omega Centauri (NGC5139), Triangulum Galaxy (M33 , NGC598), Sagittarius Dwarf Elliptical Galaxy, Cygnus A, Seyfert galaxy, Canis Major Dwarf, Centaurus A (NGC 5128 , PKS 1322-427), Circinus Galaxy, Markarian 421, Baby Boom Galaxy, Starburst galaxy, Boötes Dwarf Galaxy, dark galaxies, Andromeda IX, Messier 87, ISOHDFS 27, Andromeda I, Virgo Stellar Stream. Semua tadi berjalan dengan seimbang tanpa adanya tabrakan antara satu dengan yang lain.

Saudaraku, bagi Engkau yang memandangnya sebatas fenomena alam maka engkau akan mendapat bagian berupa tambahan wawasan. Namun, marilah sejenak merenung. Apakah mungkin kebesaran alam semesta tadi muncul dengan sendirinya ? Dengan pikiran sehat, tentu kita akan memahami bahwa ada kekuatan Maha Besar dibalik semua kebesaran tadi. Dan siapa lagi yang kuasa mengatur dan memelihara semuanya  melainkan Allah Ta’ala semata. Akan sangat sulit sekali dibayangkan bagaimana jadinya jika ada lebih dari satu tuhan di alam semesta ini. Tuhan yang satu ingin menggerakkan bintang itu kesatu arah, sedangkan tuhan lain menggerakkan ke arah sebaliknya. Jika kita berpikir akan adanya distribusi kerja, lantas dimana lagi letak kemutlakan kekuasaan tuhan? Maka dari itu, jelaslah bahwa ke-Esa-an Allah Ta’ala dalam Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma wa Shifat bersifat absolut.

Saudaraku, berkaca pada keterangan tadi, masihkah kita yang amat sangat kecil dan lemah ini berani berbuat sombong di Bumi Allah yang ternyata hanya seperti debu di alam semesta ini ? Masihkah kita enggan untuk mempersembahkan peribadahan kita semata-mata hanya kepada Allah Ta’ala? Masihkah kita berpikir untuk mencari naungan kepada selain Allah Ta’ala sementara tidak ada yang lebih Berkuasa melainkan Dia? Dan tidaklah kita takut akan hari kebangkitan dimana kita yang kecil ini akan berdiri sendiri mempertanggung jawabkan semuanya di hadapan Robbul ‘Alamin ?

Saudaraku, selagi mentari belum terbit dari tempat terbenamnya dan selagi nyawa belum sampai di tenggorokan, marilah kembali kepada Allah Ta’ala. Beribadah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya serta berusaha untuk menerima kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya dan tidak merendahkan manusia. Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan keistiqomahan dan jiwa yang besar pada tubuh kita yang kecil ini untuk menjadi hamba-Nya yang patuh hingga akhir hidup kita, Amien.

” Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: ”Siapakah yang menciptakan mereka? Niscaya mereka menjawab: ”Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan ( dari menyembah Allah )? ”

(QS az-Zukhruf: 87)

diselesaikan di Yogyakarta

Wahyu Dwi Saputra

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s