Etika Membaca Al Qur’an

quran4Sudah tidak diragukan lagi bahwa Al Qur’an merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan ummat Islam. Al Qur’an bukan saja tentang sebuah kitab suci yang mengatur peribadahan seorang muslim, namun ia juga menjadi pedoman dalam menjalani semua sisi kehidupan setiap muslim selama hidup di alam dunia ini untuk meraih kebahagiaan yang hakiki di kehidupan akhirat nanti.

Salah satu kegiatan utama berkaitan dengan Al Qur’an tentu adalah membacanya. Semua ibadah berkaitan dengan Al Qur’an dijanjikan dengan pahala yang besar, termasuk dalam hal membacanya. Namun, sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, untuk lebih mencapai dan memperoleh manfaat dari membaca Al Qur’an tersebut, Islam telah mengatur adab-adab dan etika ketika seorang muslim membaca Al Qur’an. Dan disini akan saya nukilkan sebagian adab tersebut yang saya ambil dari kitab ringkas berjudul Adab al Muslim fi al Yaum wa al Lailah, 24 Adaban Mutanawwi’an.

1. Sebaiknya orang yang membaca Al Qur’an dalam keadaan sudah berwudhu, suci pakaiannya, badannya dan tempatnya serta telah bersiwak.

2. Hendaknya memilih tempat yang tenang dan waktu yang pas, karena hal tersebut lebih mendatangkan konsentrasi dan jiwa lebih tenang.

3. Hendaknya memulai tilawah dengan ta’awudz, kemudian basmallah pada setiap awal surat selai surat at Taubah. Allah Ta’ala berfirman, “ Apabila kamu akan membaca Al Qur’an, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk. “ ( An Nahl: 98 )

4. Hendaknya selalu memperhatikan hukum-hukum tajwid dan membunyikan huruf sesuai dengan makhrajnya serta membacanya dengan tartil ( perlahan-lahan ). Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “ Dan bacalah al Qur’an itu dengan perlahan-lahan. “ ( Al Muzammil: 4 )

5. Disunnahkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara di saat membacanya. Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu pernah ditanya, “ Bagaimana bacaan Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam terhadap Al Qur’an ? “ Anas menjawab, “ Bacaanya panjang ( mad ), kemudian Nabi membaca, ‘Bismillahirrahmanirrahiim’ sambil memanjangkan bismillahi, dan memanjangkan bacaan ar-rahmaani dan memanjangkan bacaan ar-rahiim. “ ( HR Bukhari ). Dan Nabi Shalallahu’alaihi wa Sallam juga bersabda, “ Hiasilah suara kalian dengan al Qur’an. “ ( HR Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Al Albani ).

6. Hendaknya membaca sambil merenungkan dan menghayati makna yang terkandung pada ayat-ayat yang dibaca, berinteraksi dengannya, sambil memohon surga kepada Allah bila melewati ayat-ayat tentang surga dan berlindung kepada Allah apabila melewati ayat-ayat tentang neraka.

7. Hendaknya mendengarkan bacaan Al Qur’an dengan baik dan diam, tidak berbicara. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “ Dan apabila Al Qur’an dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. “ ( Al A’raf: 204 )

8. Hendaklah selalu menjaga Al Qur’an dan tekun membacanya dan mempelajarinya (bertadarrus) hingga tidak lupa. Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda, “ Peliharalah Al Qur’an baik-baik, karena demi Dzat yang diriku berada di Tangan-Nya, ia benar-benar lebih mudah lepas dari unta yang terikat di tali kendalinya. “ ( HR Bukhari )

9. Hendaknya tidak menyentuh Al Qur’an kecuali dalam keadaan suci. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “ Tidak akan menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. “ ( Al Waqi’ah: 79 )

10. Boleh bagi wanita haid dan nifas membaca Al Qur’an dengan tidak menyentuh mushafnya menurut salah satu pendapat ulama yang lebih kuat, karena tidak ada hadits shahih dari Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam yang melarang hal tersebut.

11. Disunnahkan menyaringkan bacaan Al Qur’an selagi tidak ada unsur yang negatif, seperti riya’ atau yang serupa dengannya, atau dapat mengganggu orang yang sedang shalat, atau orang lain yang juga membaca Al Qur’an.

12. Termasuk sunnah adalah berhenti membaca bila sudah mengantuk, karena Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam bersabda, “ Apabila salah seorang kamu bangun di malam hari, lalu lisannya merasa sulit untuk membaca Al Qur’an hingga tidak menyadari apa yang ia baca, maka hendaknya ia berbaring ( tidur ). “ ( HR Muslim )

Demikianlah sebagian adab membaca Al Qur’an yang dapat kita praktikkan sehari-hari. Semoga Allah Ta’ala menggolongkan kita ke dalam hamba-hamba-Nya yang mencintai Al Qur’an dan diberi kemudahan untuk memahami serta menjadikannya pedoman jalan kebahagiaan di dunia hingga akhirat kelak, Amiin.

//

Yogyakarta, di senja Jum’at yang tenang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s