Mencari Beasiswa

scholarshipKuliah itu tidak murah. Sangat mahal bahkan bagi sebagian orang. Tapi sering kali yang menjadi masalah tidak hanya sekedar membayar SPP saja. Pada umumnya, bagi mahasiswa yang merantau, mengatur keuangan sendiri adalah hal yang cukup sulit. Masalah finansial bisa menjadi hambatan tersendiri apabila tidak dimanajemen dengan baik.

Salah satu solusi yang diandalkan oleh mahasiswa untuk mengatasi masalah finansial adalah beasiswa. Beasiswa ada banyak jenisnya. Sebagian menekankan pada ketidakmampuan secara finansial, dan sebagian lainnya merupakan beasiswa berprestasi. Jadi, yang mampu pun bisa mendapatkan beasiswa asalkan dia berprestasi.

Secara umum, kita akan lebih mudah mendapatkan beasiswa jika memiliki prestasi akademik yang cemerlang. Berikut ini adalah sejumlah tips untuk mendapatkan beasiswa :

  • Mulai mencari segera

Semakin cepat mencari informasi, semakin banyak pula piliha yang bisa dipertimbangkan. Informasi mengenai beasiswa dapat diperoleh dari Internet maupun papan-papan pengumuman. Mencari informasi beasiswa itu membutuhkan waktu. Belum lagi mempersiapkan aneka persyaratan. Dan ingat, mendaftar untuk beasiswa itu tetap ada peluang gagal. Maka, bersiaplah untuk mencoba lebih dari sekali.

  • Baca persyaratan dengan hati-hati

Persiapan untuk mendapatkan beasiswa itu ketat. Kalau kita tidak melengkapi salah satu persyaratannya, sangat mungkin kita langsung dieliminasi. Bila ada sesuatu yang kurang jelas, jangan segan untuk menghubungi pihak sponsor beasiswa tersebut. Besar beasiswa itu bervariasi dan umumnya kita tidak dimungkinkan untuk mendapat dua jenis beasiswa berbeda dalam satu waktu. Jadi, carilah beasiswa yang sekiranya memang bisa menutupi kebutuhan kita.

  • Persiapkan dokumen

Persyaratan dokumen yang diminta untuk mendaftar suatu beasiswa pada dasarnya tidak jauh berbeda. Asal tahu saja, kadang ada pengumuman beasiswa yang agak terlambat hingga baru diumumkan ketika mendekati batas penutupan. Bila telah siap dengan dokumentasi, maka kita bisa langsung mendaftar walau sudah terdesak batas waktu. Dokumen yang umumnya dibutuhkan antara lain :

– Transkrip nilai

– Surat keterangan penghasilan orang tua

– Surat keterangan mahasiswa

– Surat rekomendasi dari dosen

– Curriculum vitae

– Essai dengan tema yang ditentukan sponsor

Tapi, perhatikan bahwa ada dokumen-dokumen tertentu yang butuh waktu agak lama untuk mempersiapkannya, misalnya transkrip nilai. Bila sponsor beasiswa merupakan lembaga dari luar negeri atau perusahaan multinasional, terkadang perlu mnyiapkan segala dokumentasi dalam bahasa Inggris.

  • Persiapkan Aplikasi dengan cermat

Cek ejaan dan hindari hal-hal yang sekiranya bisa membingungkan tim penyeleksi. Minta orang lain untuk ikut mengecek aplikasi yang akan kita kirimkan.

  • Menjawab semua pertanyaan

Pertanyaan yang ada dalam formulir sebisa mungkin dijawab sesuai yang diminta. Bertanyalah bila memang ada hal yang belum jelas. Yang patut diingat adalah untuk jujur dalam menjawab semuanya. Berbohong akan membuat citra kita jatuh dan kesulitan untuk mendapatkan beasiswa lagi.

  • Mengirim secepatnya

Jangan menunggu hingga saat terakhir untuk mengirimkan aplikasi. Lebih cepat lebih baik. Ini akan menguntungkan karena biasanya orang menunggu hingga mendekati batas waktu. Kalau aplikasi kita sampai lebih dulu, tim penyeleksi bisa membaca lamaran kita dengan lebih cermat.

  • Mengikuti perkembangan

Ikuti terus perkembangan informasi mengenai beasiswa tersebut. Biasanya memang kalau lolos tahap awal, kita akan diberi surat pengumuman. Namun untuk berjaga-jaga akan berbagai kemungkinan, rajin-rajinlah mencari tahu. Bisa melalui website mereka ataupun perwakilan sponsor beasiswa tersebut.

Bila ternyata aplikasi kita lolos seleksi awal, biasanya akan diwawancara. Bagian inilah yang akan sangat menentukan kita mendapat beasiswa atau tidak. Berikut adalah sejumlah tips untuk menghadapi wawancara :

–      Jangan terlambat

–      Konsentrasi

–      Menatap mata pewawancara

–      Menjawab sesuai pertanyaan dan kebutuhan

–      Berpakaian rapi

–      Berlatih menjawab pertanyaan yang umum ditanyakan misalnya motivasi melamar beasiswa, aktivitas ekstrakurikuler, prestasi dan sebagaiannya

–      Perlahan mengikuti gerakan tubuh pewawancara, sebab secara psikologis, pewawancara akan merasa ada koneksi antara dia dan kita

–      Mengetahui tentang lembaga sponsor beasiswa tersebut

Semoga bermanfaat!

Dikutip dari buku ‘Strategi Sukses di Kampus’, Dr. Ichsan S. Putra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s