Produktif di Kereta

sriwedari expressKereta api dulu, kini dan nanti sepertinya masih akan menjadi moda transportasi pilihan masyarakat. Selain praktis, cepat dan tentunya terjangkau, PT Kereta Api Indonesia sebagai perusahaan pemegang otoritas perkeretaapian di Indonesia juga terus melakukan pembenahan. Tercatat sejak beberapa tahun terakhir, kualitas layanan kereta api semakin meningkat. Jika tahun 2010 lalu saya pernah berdiri berdesakan di dalam kereta api Kahuripan dari Bandung hingga Solo, hal itu tidak akan terjadi lagi sekarang. Jika dulu kita cenderung merasa sangat jenuh di stasiun ketika menunggu keberangkatan kereta yang ditunda, maka setidaknya sekarang ada fasilitas WiFi di stasiun yang dapat menghubungkan kita dengan internet. Jika dulu untuk buang air kecil saja di stasiun harus merogoh uang seribuan, maka sekarang fasilitas tersebut dapat kita gunakan dengan gratis.

Saya sendiri termasuk salah satu penggemar kereta api meskipun frekuensi dalam menggunakan kereta api tidak terlalu tinggi. Namun, ketika berada di dalam kereta api saya akan begitu menickmati momen tersebut. Terutama ketika berada di dalam commuter line Prambanan Express atau Sri Wedari Express yang kadang saya gunakan untuk pulang pergi Solo Jogja. Walaupun seringnya harus berdesakan dengan penumpang lain, serasa ada kenyamanan tersendiri dibandingkan naik kereta yang lebih besar. Seringnya orang melewatkan waktu begitu saja ketika di dalam kereta. Yang nampak selama ini kalau tidak ngobrol kesana kesini, paling sering terlihat adalah tidur. Bukan sebuah hal yang salah memang, namun kiranya ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sehingga waktu di dalam kereta tidak berlalu begitu saja. Hal tersebut menurut hemat saya antara lain :

1. Membaca Buku

Berapa pun jarak yang kita tempuh dengan kereta, membaca buku ketika berada di dalamnya merupakan hal yang mengasyikkan. Meskipun jarak yang kita tempuh tidak cukup jauh, namun sehalaman atau bahkan setengah halaman buku yang kita baca tentu akan membuat waktu kita lebih bermanfaat dibandingkan sekedar diam tanpa melakukan apa-apa. Goncangan ketika berada di kereta juga jauh lebih kecil dibandingkan ketika berada di bus atau kendaraan umum darat lainnya. Dalam posisi berdiri tanpa tempat duduk pun, aktivitas membaca masih bisa nyaman dilakukan, apalagi ketika beruntung mendapatkan seat. Usahakan membaca buku yang isinya ringan dan dari segi ukuran minimalis, semacam buku saku. Ini tentu akan lebih memudahkan kita ketika berdiri tanpa harus membuka dan menutup tas. Saya sendiri biasanya membawa buku saku grammar bahasa Inggris atau Pocket Dictionary. Perjalanan Solo Jogja yang membutuhkan waktu sekitar satu jam menjadi tidak terasa ketika dibarengi mengulang pelajaran grammar agar tidak lupa atau sekedar menambah kosa kata baru. Untuk perjalanan yang lebih jauh, dan pastinya kita akan mendapatkan seat, maka membaca buku yang lebih tebal atau lebih berat menjadi tidak masalah.

2. Memasang Ear Phone

Kereta adalah tempat dimana mau tidak mau kita harus bersinggungan dengan orang banyak. Ada kalanya kita pun membutuhkan waktu untuk memiliki dunia kita sendiri setelah sebelumnya harus berkutat dan berhadapan dengan berbagai macam manusia. Dan cara yang paling efektif untuk meniadakan keberadaan orang lain menurut saya adalah dengan memasang ear phone. Apalagi ketika kondisi commuter line sedang padat pada jam pulang kerja, ear phone menjadi piranti wajib bagi saya. Disamping alasan sebagaimana diungkapkan sebelumnya, apa yang kita dengar melalui ear phone menurut saya lebih bisa membuat suasana hati kita menjadi nyaman. Setidaknya itu akan mengalihkan perhatian kita dari menggerutui keadaan yang sesak, panas, riuh dan ramai. Dalam kondisi seperti itu, saya biasa mendengarkan lagu-lagu Jepang yang tidak terlalu nge-beat. Yang selama ini sering menemani perjalanan adalah singlenya Remioromen berjudul Konayuki. Meskipun lagu lama dan tidak ada salju antara Solo Jogja, bagi saya lagu itu pas saja buat saya dengan kondisi sore di commuter line.

3. Bermain Quiz atau Game

Mungkin terdengar agak aneh ketika bermain game di kereta. Namun, di zaman smart phone seperti sekarang ini bukan tidak mungkin hal tersebut untuk dilakukan. Berkaitan dengan kebermanfaatan waktu, maka tentu tidak semua game bersifat hiburan belaka. Banyak juga game yang bersifat edukasi. Misalnya saja, saya sering menggunakan aplikasi JA sensei dan TenguGo Kana. Aplikasi android ini cukup membantu untuk belajar dan mengingat aksara Hiragana dan Katakana. Untuk JA sensei sendiri bahkan dapat kita manfaatkan untuk mengukur tingkat akurasi kemampuan penulisan aksara Kana kita. Untuk perjalanan Jogja Solo sendiri bisa saya gunakan untuk menyelesaikan Basic Hiragana. Cukup lumayan dibandingkan hanya mengamati wajah penumpang lainnya. Game lain yang bisa dilakukan adalah bermain rubrik. Meskipun saya sendiri tidak cukup bisa bermain rubrik, tapi jenis game ini mungkin akan bisa menghibur perjalanan kereta kita, atau malah membuat pusing ?

4. Tidur

Seperti yang saya tulis sebelumnya, bukan menjadi sebuah kesalahan ketika melewatkan perjalanan di kereta dengan tidur, apalagi jika perjalanan jauh. Setidaknya aktivitas ini lebih bermanfaat bagi kita dibandingkan mengobrol tidak jelas arahnya bahkan sampai tertawa terbahak-bahak di dalam kereta yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lainnya. Tidur juga lebih menyelamatkan pandangan kita dari melihat hal-hal yang bukan hak mata kita. Karena tidak bisa dipungkiri kondisi manusia yang majemuk di dalam kereta membuat hal tersebut menjadi mungkin saja terjadi. Beruntung di sebagian kereta sudah ada gerbong khusus untuk wanita.

Tentu masih banyak sekali hal lain yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan waktu ketika berada di dalam kereta. Intinya agar waktu perjalanan kita tidak terlewatkan begitu saja. Bagi sebagian pihak mungkin hal-hal di atas terbilang berlebihan dan aneh, namun berpijak pada berharganya waktu sebagai sumber daya yang tidak bisa diperbaharui maka tidak ada salahnya untuk melakukannya. Toh, hal-hal yang kita lakukan tersebut tidak akan merugikan orang lain juga. Selain itu, jika kita tidak membiasakan dan membudayakan hal produktif yang mungkin aneh bagi sebagian orang maka selamanya hal tersebut akan tetap menjadi aneh. Sebagaimana istilah Aa Gym, untuk menghasilkan perubahan yang berarti di masyarakat maka dapat kita mulai dari hal yang kecil-kecil, mulai dari diri kita sendiri dan mulai saat ini.

//

Wahyu D. Saputra

pic source : semboyan35.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s